Lintang melepaskan pelukannya sambil mengusap air mata di wajahnya. Dia tertawa kecil ketika Arta turut membantunya. "Permisi," Seorang suster datang dan masuk ke dalam ruangan. Lintang pun mengerti, dia mundur sejenak memberi ruang pada suster itu untuk memeriksa Arta. Anak itu pun tampak tenang dan menurut saja. "Bagaimana kondisinya, Suster?" tanya Lintang. Suster itu tersenyum, "Masa pemulihan Raffa lebih cepat dari yang kami bayangkan, jika terus seperti ini, mungkin dokter akan mengizinkan pulang selama beberapa hari ke depan. "Syukurlah!" desah Lintang lega. Suster itu lalu permisi dan keluar dari kamar. Lintang kembali duduk di kursi di dekat Arta. "Aku nggak sabar untuk pulang ke rumah!" kata Arta senang. Lintang mengangguk, "Ya, kamu akan segera pulang!" sambungnya de

