Wajah asli Seorang Wibisono

2074 Words

Tuan Wibisono mengajukan sebuah opsi yang sebenarnya sudah sangat dipahami Darren. Hanya saja, sudah lama sekali ayahnya tidak lagi menyebut pilihan itu. Dulu, cara tersebut kerap mereka pakai saat harus menghadapi lawan bisnis yang terlalu kuat dan membahayakan keberlangsungan kerajaan bisnis keluarga. Darren tidak langsung menjawab. Ia terlihat ragu. Napasnya terdengar berat, cukup jelas sampai ke telinga ayahnya. Pandangannya turun ke tumpukan berkas di atas meja. Ia membolak-balik halaman, membaca lagi laporan yang sebenarnya sudah ia hafal di luar kepala. Beberapa detik kemudian, matanya terangkat, menatap wajah ayahnya seolah mencari kepastian. Itu adalah pilihan terakhir. Darren sangat paham maknanya. Jalur yang tidak sepenuhnya bersih, bahkan jauh dari kata legal. Namun dal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD