Tarikan ingus di hidung istrinya terdengar nyaring. Alena mengusap hidungnya dengan punggung tangan, masih terisak kecil di pelukan Darren. Matanya bengkak, wajahnya masih basah oleh air mata. Tapi ia belum menyerah memperjuangkan keinginannya. Alena mencoba untuk yang kedua kalinya, kali ini dengan jurus berbeda. Ia mendongak, menatap suaminya dengan mata memelas. "Kata orang zaman dulu, Mama juga suka bilang, misal ngidamnya nggak diturutin, anaknya ngeces loh, Sayang." Ia mengerjapkan mata, mencoba terlihat meyakinkan. "Kamu mau anakmu ileran terus?" Darren mengerutkan kening, ekspresinya terlihat tidak percaya dengan ucapan sang istri, ditambah ia ingin tertawa melihat Alena yang masih tak mau menyerah juga. Darren menggeleng pelan, tangan kanannya masih mengusap punggung Alena denga

