"I'm always ready to handle every part of your body, Darren." Kata-kata itu meluncur dari mulut Alena dengan percaya diri, bahkan sedikit menantang, saat ia duduk tegak di atas suaminya. Respon Darren selanjutnya jelas tak suka dengan penyebutan namanya secara langsung oleh sang istri. Darren langsung menyipitkan matanya. "Wow! Babe, jangan panggil saya hanya dengan nama," protesnya, suara rendahnya mendesak. "You know I'm not allowed." Alena memiringkan kepalanya, senyum genit tak lepas dari bibirnya. Ia sengaja bergerak pelan di pangkuan Darren, merasakan reaksi tubuh suaminya yang langsung tegang. "Why not? Darren," ujarnya lagi, sengaja menekankan panggilan nama itu dengan nada yang menggoda. Ekspresi Darren berubah. Ada percikan keinginan untuk mendominasi yang muncul secara impul

