Kaelo, dengan piyama bergambar dinosaurus, sedang duduk di pangkuan pengasuhnya di teras depan, menikmati udara pagi sambil memegang botol susunya. Di dalam rumah, suasana pagi yang seharusnya tenang justru tegang oleh suara bersungut-sungut yang tak henti. "Lihat nih, lipstikku kurang pas warnanya karena dicepet-cepetin kamu," ucap Sonya sambil berdiri menghadap cermin panjang di dekat pintu utama. Ia mengenakan blazer dan rok potongan kerja. "Kalau aja kita punya dua mobil, aku nggak perlu buru-buru kayak gini. Bisa berangkat lebih awal, dandan juga nggak kepepet. Aduh, belepotan segala lagi." Keandre, yang sedang duduk di ujung sofa memakai kaus kaki hitamnya, menghela napas pelan. "Kita udah ngebahas ini kemarin malam, Sayang. Aku lagi berusaha, kok." "Ngebahas? Cuma bilang 'nanti'

