Mobil mewah berwarna hitam itu melaju pelan meninggalkan lobi hotel, diikuti satu mobil lagi di belakangnya yang membawa empat orang pengawal. Lova duduk di kursi penumpang sebelah suaminya, Harlan, yang menyetir dengan satu tangan di setir. Jari-jarinya yang jenjang ia gunakan untuk menata ulang rambutnya yang sempat tertiup angin saat turun dari lift. Di kursi belakang, Tyas duduk bersandar dengan kepala di pundak suaminya, Thomas, pria berusia tiga puluh tiga tahun dengan rambut rapi dan kaus putih santainya. Tangannya menggenggam tangan Tyas yang masih muda, jemari mereka bertaut di atas paha Thomas. "Seru banget, ya, bisa nonton F1 bareng." Tyas menoleh ke luar jendela, matanya menangkap deretan pohon palem yang berlalu cepat. "Aku belum pernah liat langsung sebelumnya." Thomas m

