Recovery dan Rasa Cemas

2073 Words

"Pa..." Nyonya Emilia menoleh ke belakang, matanya menyorot suaminya yang masih berdiri agak jauh dari ranjang. Ada isyarat di tatapannya, sebuah permintaan agar Tuan Wibisono ikut merasakan kebahagiaan yang tengah meluap di dadanya. Tuan Wibisono mengerti. Pria tua itu melangkah mendekat, tongkatnya berdentum pelan di lantai. Ia berdiri di sisi ranjang, di sebelah istrinya yang masih memegangi tangan Darren. Jemari keriputnya terangkat, mengusak rambut anaknya dengan gerakan cepat, seperti saat Darren masih kecil dulu. "Gimana tanganmu?" tanyanya, malah terdengar seperti berbasa-basi saja. "Masih sakit?" Darren menatap ayahnya, menangkap ada sesuatu di sorot mata pria tua itu yang jarang ia lihat. "Lumayan, Pa." Ia mengangkat tangan kirinya sedikit. "Semuanya baik, kok. Aku yakin seben

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD