Melihat suasana yang canggung di antara mereka, Nyonya Emilia mencoba mengobrol dengan besan perempuannya. Ia menoleh ke belakang, tersenyum tipis pada Amel. "Bu Amel, jangan terlalu khawatir. Dokternya bilang kondisi Darren stabil. Tinggal menunggu sadar." Ia menepuk lengan Amel pelan. "Saya tahu anak saya kuat, dari dulu hingga sekarang. Alena akan berkumpul dengan suaminya lagi. Tenang, Bu." Bu Amel mengangguk, mencoba tersenyum meski matanya sedikit berair. "Iya, Bu. Saya cuma... ya, gimana lagi, mantu saya dirawat. Pasti ada rasa khawatir. Apalagi lihat Alena nangis terus, mana lagi hamil kan." Tangannya meremas bantal hamil di genggaman nya. "Semoga aja Darren cepat siuman, ya." "Wajar, Bu. Saya juga ngerasa khawatir banget." Nyonya Emilia mengusap lengan Amel, gerakannya lembut d

