Kamu Duluan, Sih.

1906 Words

"Maka, jelaskan ke saya kamu marah karena apa? Saya merasa tidak melakukan kesalahan, Alena." Darren mendesak, posisi mereka masih saling berhadapan di tengah ruangan yoga yang sepi tersisa keduanya. Tangannya masih memegang bahu Alena dengan lembut. Alena mendongak, tatapannya tidak percaya. "What? Masa aku yang harus jelasin, kamu pikir sendiri dong. Kemarin kamu buat kesalahan apa?" Jari telunjuknya menusuk-nusuk d**a Darren dengan gemas. "Oh, God! Ok, kasih saya waktu berpikir sebentar." Darren menjawab sambil mengerutkan kening. Tangannya terangkat, jari telunjuknya menekuk mengusap dagu dengan gerakan lambat. Matanya menerawang ke langit-langit, mencoba mengingat apa pun yang mungkin membuat istrinya kesal setengah mati. "Kemarin... apa ya?" gumamnya pelan. "Saya habis dari kantor

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD