Amarah yang Ditahan.

1155 Words

Pagi itu udara Jakarta masih berembun, meski matahari sudah mulai naik perlahan. Jalanan di depan sekolah internasional tempat Ranu dan Kayla bersekolah tampak ramai: anak-anak berseragam berlari kecil, orangtua saling mengantar dengan wajah penuh kesibukan. Tidak ada yang menyangka, di balik keriuhan biasa itu, ada bahaya yang baru saja nyaris menyentuh. Di seberang halaman sekolah, sebuah mobil hitam berhenti perlahan. Dari balik kaca yang sedikit terbuka, mata Reno memperhatikan setiap detail: pagar tinggi yang kini dipenuhi kamera tambahan, penjaga berseragam yang berdiri di titik-titik strategis, bahkan orang-orang berpenampilan kasual yang jelas bukan orangtua murid biasa. Semua itu seperti tembok tak kasatmata yang melingkupi Ranu. Reno mengepalkan tangannya di atas kemudi. Dari k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD