Jalan Gelap Reno.

1146 Words

Langit sore di Jakarta muram, awan kelabu menutupi matahari yang berusaha menembus gedung pencakar langit. Di lantai tertinggi Raksadipura Group, Reno duduk dengan punggung menempel kursi kulit hitam yang mewah. Di sekelilingnya, tumpukan dokumen dan layar monitor menampilkan grafik kerugian terbaru. Angka-angka itu bergerak cepat, menelan miliaran dalam hitungan jam. Ia menatap layar dengan mata merah, napas tersengal. Frustrasi dan amarah bercampur menjadi satu, menyulut dendam yang terus membakar. “Sudah cukup!” Reno membentak, suaranya menggema di ruangan. “Jika mereka pikir bisa menghancurkan aku … aku yang akan menghancurkan mereka lebih dulu!” Seorang pria muda, Aji, salah satu tangan kanan Reno, mengangguk gugup. “Tuan, maksud Anda …?” Reno menatapnya tajam. “Aku ingin mereka m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD