Mata yang Mengawasi

1236 Words

Malam Jakarta terasa semakin sunyi, meski lampu kota berkelip di kejauhan. Di lantai tertinggi Raksadipura Group, Reno masih duduk di kursi kulit hitamnya, dikelilingi tumpukan dokumen dan layar monitor yang menampilkan laporan kerugian terbaru, grafik saham yang menukik, dan catatan transaksi yang membuat kepalanya hampir pecah. Nafasnya berat, matanya merah, namun ego dan dendam terus membakar setiap sudut pikirannya. “Aku harus menghancurkan mereka … semua. Jayden, Ario, semua yang berani menentang ku,” gumam Reno lirih, tangannya mengetuk meja dengan ritme cepat, frustrasi mengalir seperti arus listrik yang tak bisa dihentikan. Namun malam itu, Reno tidak menyadari bahwa langkahnya sudah diawasi. Di luar gedung, mobil-mobil hitam bergerak dengan hati-hati. Dua orang berpakaian rapi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD