Malam itu Jakarta terasa lebih sunyi dari biasanya. Hujan tipis membasahi trotoar, lampu jalan memantulkan kilau basah yang remang-remang. Di lantai atas Raksadipura Group, Reno duduk sendiri, memandang layar laptop yang menampilkan daftar kontraktor dan supplier yang terkait langsung dengan proyek-proyek Jayden. Ia menekan tombol dengan satu tujuan: menimbulkan rasa takut, membiarkan dunia tahu bahwa ia masih memiliki kekuatan. Di luar, para anak buahnya bersiaga, beberapa bersenjata, beberapa lainnya hanya membawa pesan intimidasi dan paket misterius. “Mulai dari yang kecil,” Reno berbisik, matanya bersinar merah, penuh ambisi dan paranoia. “Buat mereka merasa ketakutan. Supaya Jayden tahu … aku tidak akan kalah.” Di beberapa titik Jakarta, pesan misterius mulai muncul di telepon para

