Hari itu akhirnya tiba. Mentari pagi menyapa dengan cahaya lembut yang menembus tirai putih, seakan ikut merayakan peristiwa yang dinantikan. Di sebuah gedung elegan dengan dekorasi bunga segar berwarna putih dan hijau, suasana penuh sakral sekaligus hangat. Aroma mawar dan melati bercampur, menyelimuti udara dengan wangi menenangkan. Jayne berdiri di ruang persiapan, tubuhnya terbalut gaun putih anggun yang jatuh lembut mengikuti lekuk tubuhnya. Gaun itu sederhana namun elegan, seakan dibuat khusus untuk dirinya—gaun yang menegaskan kecantikannya tanpa berlebihan. Rambutnya ditata rapi, dihiasi mahkota kecil dari mutiara. Ia menatap cermin, menarik napas panjang. Tangannya sedikit gemetar. “Ma … Mama cantik banget!” suara kecil terdengar dari belakang. Ranu berdiri di ambang pintu, m

