Papan Catur

1305 Words

Malam sudah larut ketika Aji duduk sendirian di ruangannya. Berkas-berkas berserakan di meja, layar laptop masih menampilkan data tender yang baru saja mereka dapatkan. Semestinya ia lega—setidaknya kali ini mereka berhasil menyusup dan mendapatkan informasi penting. Tapi ada yang mengganjal. Aji menatap angka-angka itu dengan dahi berkerut. Terlalu mulus. Semua pintu akses yang biasanya rumit tiba-tiba seperti terbuka sendiri. File yang seharusnya terenkripsi justru mudah dibobol. Bahkan jalur komunikasi yang mereka gunakan nyaris tanpa hambatan. Kenapa bisa semudah ini? batinnya. Ia teringat beberapa hari lalu, ketika Reno dengan lantang menyuruh mereka bergerak cepat, tanpa terlalu banyak perhitungan. Semua orang bersorak puas saat berhasil mendapatkan laporan internal Takizaki Group

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD