Bab 62. Semangat Yang Membakar Pagi

1115 Words

Tiba-tiba, pelukan Aluna yang hangat menyergap Ares tanpa diduga. Tubuh Aluna terasa nyata, detak jantung istrinya yang penuh kekhawatiran seakan menembus jauh ke dalam relung jiwa Ares. Dalam kabut mabuk yang mencekam, kesadaran dan ketidaksadarannya bercampur, ia merespons pelukan itu dengan genggaman yang semakin erat. Bibir Ares bergetar, suara serak pun terucap, "Maafkan aku ... sudah membuatmu kecewa." Lalu, perlahan matanya terpejam, menyerah pada gelap yang menelannya. Berat tubuh Ares bersandar pada pelukan Aluna yang penuh kasih sayang. Namun, jelas sekali bahwa pria itu masih terperangkap dalam pusaran bawah sadar yang sulit ditaklukkan. Aluna menatap penuh kekhawatiran, lalu memanggil Erlan dengan harapan. Tanpa ragu, Erlan segera mengangkat tubuh Ares yang lemah, membawa pr

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD