Bab 61. Penuh Kekhawatiran

1034 Words

Pencarian tak kenal lelah menembus dinginnya malam hingga dini hari. Akhirnya, Ares sendiri yang menemukan jejak Anderson, berbekal petunjuk dari anak buahnya. Musuh takkan mungkin dibiarkan kabur begitu saja, apalagi setelah pengkhianatan dan semua kejahatan yang telah dilakukannya. Bughh! Sebuah pukulan keras menghantam pipi Anderson, yang sudah babak belur dikeroyok Ares dan anak buahnya. Namun anehnya, bukannya meringis kesakitan, Anderson malah tersenyum sinis, penuh ejekan. "Bunuh aku, Ares! Bunuh, kalau itu bisa membuatmu bahagia," ejeknya seraya tertawa penuh kebencian. "Tapi ingatlah, hidupmu dan keluargamu tidak akan pernah tenang, walaupun aku mati!" Tawanya menggelegar, menggema bagai teror yang menusuk tulang. Ares mencibir, mata yang membara dipenuhi amarah saat membalas,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD