Bab 11. Hanya Sebagai Sahabat

1207 Words

Mata Aluna membelalak, jantungnya seakan berhenti berdetak saat ucapan Nathan menggema di telinganya. "Nat, maksud kamu apa? Kamu bercanda, 'kan?" Suaranya gemetar, penuh harap bahwa apa yang didengarnya hanyalah fatamorgana yang menghisap pikirannya ke dalam lubang keputusasaan. Namun, tatapan Nathan membara penuh keyakinan, ia mengangguk tanpa ragu. "Aku serius, Lun. Kalau kamu bilang aku harus menjalani hidup ini, caranya bagaimana? Dengan siapa aku menjalani semua ini, kalau bukan dengan kamu—wanita yang selama ini aku cintai?" Kata-kata itu menusuk kalbu Aluna, namun ia menggelengkan kepalanya pelan, berusaha menepis perasaan yang mulai menggerogotinya. "Nggak! Itu mustahil. Kita sudah lama bersahabat dan aku yakin ... rasa kamu ke aku hanya sebatas itu. Mungkin kamu hanya terlalu n

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD