Sakit? Tentu saja. Kecewa? Itu apa lagi. Tapi, bukan sekadar sakit biasa—ini adalah luka dalam yang membakar relung hatinya. Nathan tahu, Aluna bukan miliknya. Sepenuh jiwa ia mencintai wanita itu, bermimpi menjadikan Aluna istrinya, namun kenyataan kejam memukulnya tanpa ampun. Aluna tak pernah menanggapi perasaannya. Kini, perempuan tersebut malah akan menikah dengan pria lain—yang jauh lebih hebat, jauh lebih berkuasa daripada dirinya. "Kamu kenapa, Nathan? Dan kenapa Aluna bersama Pak Ares? Apa di antara mereka ada sesuatu yang lebih dari sekadar hubungan OB dan bos? Sebenarnya, aku sudah curiga sih, kalau di antara mereka pasti ada hubungan spesial." Tiba-tiba, suara Raya mengoyak lamunan Nathan. Akan tetapi, Nathan tidak peduli. Ia malah mengabaikan seruan itu dan melangkah pergi,

