Bab 30. Berhasil Bekerja Sama

1158 Words

Waktu baru menunjuk pukul enam pagi ketika Aluna terbangun, mata masih berat dan badan terasa lemas. Namun, ketenangan paginya hancur berantakan saat ponselnya bergetar kencang. Ares. Nama itu terpampang jelas di layar dan sebuah kalimat sederhana yang membuat jantungnya berdegup tak menentu: "Aku sudah di depan rumahmu." Dengan terburu-buru, Aluna bangkit dari tempat tidur, rambutnya dicempol sembarangan, wajah masih setengah mengantuk. Dia berlari ke kamar mandi, mencuci muka seadanya, berharap bisa mengusir sisa kantuk. Namun pikiran dan hatinya kacau tak karuan. Saat pintu terbuka, Ares berdiri di sana, diam tanpa sepatah kata, menatap Aluna dengan sorot mata yang sulit diartikan—seolah menilai dan mengagumi sekaligus menyembunyikan gelombang perasaan dalam dadanya. Aluna merasa bin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD