Hati Seorang Ibu

1129 Words

Revan tampak gelisah di tempat tidurnya, dia tak juga tidur. Matanya nyalang menatap langit-langit sementara pikirannya berlarian di dalam kepala. "Aduh, kenapa waktunya barengan gini, sih?!" Anak itu menggerutu seperti itu untuk ke sekian kalinya sejak tadi. Diraihnya ponsel yang ada di ujung tempat tidur dengan kakinya, lalu menyalakannya. Revan menatap layar ponsel, membaca sekali lagi pemberitahuan event lomba e-sport selanjutnya adalah Sabtu malam, tepat dimana mereka sekeluarga diundang makan malam oleh Yuza. "Aduh, Opah! Kenapa tiba-tiba begini? Kenapa juga aku harus ikut?!" Revan mendesah keras dan menendang selimut dengan kesal sampai kain tebal itu jatuh di lantai. Ketika itu, terdengar pintu kamarnya diketuk dari luar. Revan sontak menajamkan telinganya dan melihat ke arah p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD