Terbangun tengah malam seolah sudah menjadi kebiasaan Sekar, entah karena faktor kehamilan yang membuat perutnya selalu lapar di malam hari, atau dia masih belum terbiasa dengan perbedaan waktu antara Indonesia dan Swiss. "Lapar!" keluhnya seraya menguap lebar, dia berjalan terkantuk-kantuk menuju dapur. Ketika melewati kamar Arumi yang memang menghadap ke dapur, sayup-sayup telinganya menangkap suara orang tengan bercakap-cakap. Dia pun berhenti dan mengerutkan kening. "Mama lagi ngomong sama siapa?" gumamnya seraya mendekatkan telinga ke daun pintu. Tapi sebelum benar-benar menyentuh pintu, Sekar dikejutkan ketika pintu itu justru terbuka. "Astaga! Sekar?" seru Arumi kaget. "Mama!" Sekar pun tak kalah kaget, dibarengi perasaan malu karena ketahuan menguping. Tapi lalu Arumi terlih

