Raiden Minta Maaf

1170 Words

Raiden akhirnya bisa berangkat keesokan harinya, dia menginap di bandara dan tidur di kursi tunggu hanya beralaskan jas. Karena memang dia sama sekali tak membawa apapun saking panik dan terburu-buru berangkat. Dan sialnya, dia lupa membawa charger ponselnya juga. "Astaga!" desahnya berkali-kali ketika sudah duduk di dalam pesawat, semuanya kacau karena dia bertindak terbawa emosi. Beruntung dia tak lupa akan dompetnya, karena benda itu selalu ada di saku jasnya. "Permisi," sapa Raiden ketika ada pramugari lewat di dekatnya. Pramugari cantik itu tersenyum ramah dan mengangguk. "Ya, Pak. Ada yang bisa saya bantu?" tanyanya, matanya mengerling memperhatikan sosok Raiden, yang meski terlihat kusut dan berantakan tapi tak mengurangi ketampanannya. "Apa saya bisa ngecas?" tanya Raiden.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD