Ulah Revan

1130 Words

Revan tidur dengan gelisah, anak itu hanya berguling kesana-kemari sambil memeluk selimut. Lalu berbaring terlentang menatap langit-langit. "Aku nggak mau ke Jepang!" gumamnya tegas, entah sudah ke berapa kali dia mengatakan itu sejak tadi sore. Selain harus jauh dari teman-temannya, dia juga lebih rindu pada Sekar. "Daripada ke Jepang, aku lebih baik menyusul bunda ke Swiss. Tapi, gimana caranya?" keluhnya seraya menutup wajah dengan selimut. ... "Ada yang namanya pesawat terbang, burung besi yang bisa membawa ratusan orang melintasi ruang dan waktu!" ... Ucapan Rio terngiang tiba-tiba, Revan membuka selimut dan wajahnya terlihat cerah. "Pantesan Rio kesal sama aku!" kekehnya. Revan buru-buru bangun, dia meloncat turun dari tempat tidur dan memburu tas sekolahnya yang tergantung d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD