Raiden menggeleng memberi tanda pada putranya agar tidak menjawab panggilan dari sang kakek. Tapi bukan Revan namanya kalau dia tidak pintar menggoda dan membuat jengkel sang ayah. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya bukan? Keiko terbahak ketika Revan tidak menurut dan lebih memilih menjawab panggilan yang masuk di ponselnya. "Tidak baik mengabaikan panggilan orang terlebih itu dari opah Yuza," kilah putra Sekar itu. Jari mungilnya menggeser tanda hijau. "Selamat malam, Opah," sapa Revan lebih dulu seraya memberi tanda jari di depan bibirnya pada Raiden agar tidak bersuara. "Kenapa tadi telpon opah, Sayang?" "Maaf, Opah. Kepencet." Kekehan Revan sampai terdengar oleh Tiara yang sedang duduk di sebelah Yuza. "Oh, Opah kira ada sesuatu." "Omah mau bicara sama bunda kamu," ucap Tiara,

