Ancaman Demian.

1032 Words

Tidak lama di IGD, kamar rawat VIP khusus anak sudah siap dan Bening di bawa ke sana. Selagi para suster merapihkan keperluan Bening di kamar itu, Alin mendekati Demian dan duduk di sofa tepat di sebelah suaminya. "Mas, Bening sedang sakit, kamu bisa gak sebentar aja berhenti sama ponsel kamu itu?" tegur Alin, tidak suka melihat suaminya sejak tadi bermain ponsel dimanapun berada. Padahal, kondisi putri mereka sedang sakit. "Aku sedang memberi kabar sama pada Jessy agar memberitahu klien kalau beberapa hari ini tidak dapat di ganggu karena Bening di rawat," jawab Demian. "Oh, begitu." Mengetahui alasan yang suaminya berikan, Alin tidak banyak bertanya lagi. Demian menghela napas kemudian dia meletakan ponselnya di atas meja, menatap lurus ke ranjang pasien di mana sang putri berada.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD