Raiden Sakit Kepala Dan Mual

1103 Words

Sekar pulang ketika menjelang siang dari Rumah Sakit, dia berpamitan pada Bening meski agak sulit karena anak itu tak mau ditinggal. Butuh hampir setengah jam untuk membujuk anak itu melepaskan tangan Sekar. "Dia memang anak yang manis," ucapnya tersenyum sendiri. Ketika itu ponselnya berdering, Mark meneleponnya memberi kabar jika Revan sudah ingin pulang. "Anak itu!" gerutunya pelan, tapi lalu bibirnya tertarik berlawanan. Sekar membayangkan bagaimana reaksi Revan jika diberitahu akan punya adik. "Dia anak yang cerdas, tentunya akan senang mendengar kabar baik ini," gumamnya sambil meraba perutnya. Oleh karena tak membawa mobil sendiri, Sekar pun menghentikan taksi. Beruntung dia tak perlu menunggu terlalu lama, karena sebuah taksi langsung menepi di hadapannya. Semenjak tahu dir

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD