Raiden tak sabar untuk pulang, membayangkan istri cantiknya pasti sudah bersiap di rumah. Tapi masih ada beberapa jadwal yang harus dia lakukan sampai sore nanti, dan itu membuatnya tidak sabar. "Pak?" Raiden yang tengah tersenyum-senyum melihat foto-foto Sekar dan Revan di laptopnya, mengerjap kaget dan menoleh pada Zidan. "Heum, iya?" sahutnya kembali memasang wajah serius. Zidan menghela napas lelah, sejak tadi Raiden terlihat tidak fokus padahal mereka sedang rapat direksi bersama yang lain. "Kami menunggu jawaban Anda, Pak," ucap Zidan tersenyum kaku, dia melirik ke arah jajaran dewan direksi pemegang saham yang ada di hadapan mereka. Raiden mengerjap dan menyadari situasi, perhatiannya kembali fokus akan apa yang sedang mereka bahas sejak tadi. "Ya, kita membutuhkan ekspans

