“Ayo, masuk,” ajak Raga setelah mendorong daun pintu. Langkah kaki pria itu terayun melewati ambang pintu. Menarik langkah ke samping seraya membuka lebih lebar untuk memberi ruang pada dua orang terkasihnya memasuki istana baru mereka. Raga tidak membawa Mara dan Haniya ke rumah lamanya. Terlalu banyak kenangan buruk di rumah itu. Untuk sementara waktu, Raga membiarkan rumah itu ditempati oleh mama Nadia. Wanita yang lumpuh tersebut kini sedang menjalani pengobatan. Selain melalui obat yang dikonsumsi, juga melalui fisioterapi sebagai usaha untuk mendapatkan kesembuhan. “Ayo, kita lihat rumah baru kita.” Raga mengulurkan sebelah tangan yang langsung diraih oleh Haniya dengan suka cita. Pria itu tersenyum lebar sembari merangkul sang istri dengan satu tangan yang lain. Ketiganya berjalan

