Leon menghembuskan napas panjang, seakan baru saja mengambil keputusan terberat dalam hidupnya. Ketika ia akhirnya menatap Sherly, sorot matanya berbeda, lebih tenang, namun tegas. “Kali ini aku tidak bisa menuruti keinginanmu, Sher,” ucapnya pelan, tapi penuh makna. Sherly membeku. Sebagai seorang pria, Leon tahu ada satu hal yang tidak boleh ia langgar: janji. Ia sudah terlalu sering berkompromi, terlalu sering mundur, hingga tanpa sadar melukai orang-orang yang seharusnya ia lindungi. Dan malam ini, ia tidak ingin mengulang kesalahan yang sama. “Aku sudah berjanji pada Isabel,” lanjut Leon. “Aku akan memberi kesempatan pada Mimi. Bukan karena perasaan, tapi karena tanggung jawab. Aku ingin adil.” Nada suaranya tidak meninggi, namun justru itu yang membuat kata-katanya terasa lebi

