18. Pilihan yang Sulit

1192 Words

Begitu pintu tertutup dan Mimi benar-benar menghilang dari ruangan Leint, Sherly menangkap satu hal yang membuat dadanya kembali mengeras. Leon melirik ke arah pintu itu. Hanya sepersekian detik. Namun cukup. Cukup untuk membuat Sherly merasa dadanya ditusuk. Padahal sebenarnya Leon hanya sekedar melangkah pandangan saja. namun Sherly yang terlalu curiga berpikiran lain. Tanpa berkata apa-apa, Sherly melangkah mendekat lalu, tanpa ragu duduk di pangkuan Leon. Tangannya melingkar di leher pria itu, seolah ingin memastikan posisinya. Seolah ingin menegaskan kepemilikan. Leon terkejut. Tubuhnya menegang seketika. “Kita sedang di kantor, Sher,” tegurnya dengan suara rendah namun serius. Tangannya refleks menahan bahu Sherly agar ia turun. “Ini tidak pantas.” Kalimat itu seperti percik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD