85. Pertanyaan Kecil yang Bikin Hati Bergetar

1195 Words

“Ibu… kenapa Ibu sampai melakukan hal sejauh itu pada Mimi?” suara Yuni lirih, penuh penyesalan, ketika halaman rumah sudah kembali sepi dan orang-orang mulai bubar. Siti tidak menjawab. Wajahnya kaku, matanya kosong menatap tanah. Sejak kejadian itu, bukan Mimi yang jadi bahan pembicaraan orang desa, melainkan Yuni dan ibunya. Bisik-bisik mulai terdengar di mana-mana. “Tuh kan… akibat jahat sama anak tiri.” "Masa si Mimi mau dijual ke Tuan tanah Joko? yang cocok jadi kakek si Mimi?" “Anak sendiri dimanja, nggak pernah disuruh kerja, dikirim ke kota.” “Eh pulangnya malah hamil, nggak jelas suaminya siapa.” “Makanya jadi orang jangan jahat-jahat,” sahut yang lain. “Kalau karma datang, nggak pandang bulu.” Yuni mendengar semuanya. Setiap kata seperti jarum yang menusuk telinganya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD