86. Oleh-oleh Besar dari Perancis

1070 Words

Gerbang mansion baru saja tertutup ketika bel berbunyi kembali. “Tumben amat tamu sore-sore,” gumam Mimi sambil melongok ke arah CCTV. Irwan mengernyit. “Aku nggak ada janji dengan siapa-siapa.” Tidak lama kemudian, seorang pria tinggi dengan rambut cokelat terang dan mata biru berdiri di depan pintu. Senyumnya ramah, wajahnya jelas bukan orang lokal sepenuhnya. “Permisi… Isabel ada?” Isabel yang baru keluar sambil membawa minuman langsung membeku di tempat. “…Peter?” Mimi refleks menoleh tajam. “Lho? Ini siapa? Kok kayak aktor film barat nyasar ke mansion kita?” Peter tersenyum lebar begitu melihat Isabel. “Isabel. Akhirnya ketemu juga.” Irwan spontan berdiri sedikit ke depan, refleks protektif. “Ketemu dari mana?” Peter mengangguk sopan. “Aku datang dari Prancis. Ke Indones

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD