40. Rencana yang Belum Terbaca

1143 Words

“Mi, kamu masuk dulu. Langsung saja ke tempat Vin,” perintah Leon dengan suara tertahan. Ia jelas tidak ingin urusan pribadinya dengan Sherly menjadi tontonan di depan gedung perusahaan. Mimi mengangguk cepat. “I-iya, Pak.” Tanpa berani menoleh lagi, Mimi melangkah masuk dengan langkah tergesa, jantungnya masih berdegup tidak karuan. Kini, hanya tersisa Leon dan Sherly. Sherly menatap Leon dengan pandangan marah bercampur cemburu. Wajahnya masih tersenyum tipis, tapi sorot matanya tajam. “Mengapa kamu mengantar perempuan centil itu ke perusahaan?” tuduhnya. “Kerjaannya tiap hari cuma menggoda pria saja.” Leon menghela napas panjang sebelum menjawab. “Sher, aku habis dari rumah Isabel. Aku ke sana untuk bertemu Irwan.” Nama itu keluar begitu saja. Sherly sempat terdiam. Dadanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD