39. Senyum yang Terhenti di Parkiran

1272 Words

Di dalam mobil, suasananya… canggung dan sunyi. Leon fokus menyetir. Mimi duduk di sampingnya, tangan bertumpuk di pangkuan, punggung tegak seperti murid dipanggil ke ruang guru. Padahal ini kesempatan emas. Mereka hanya berdua. Mimi melirik sekilas ke arah Leon. Tampan. Otaknya langsung kosong. Semua jurus dari Mbah Google yang semalam ia hafal dengan penuh keyakinan menguap begitu saja. Genit? Kedip mata? Nada manja? Hilang. Semua. Kenapa sih setiap ketemu cowok ganteng aku jadi error? batinnya kesal. Ia menarik napas dalam-dalam. Tenang, Mi. Ini momen. Harusnya ini momen. Lalu pikiran lain menyusul. Eh… tapi kalau lagi genit-genit terus Pak Leon salah fokus… Mobil oleng… Masuk berita… “Bos tampan dan staf genit kecelakaan karena godaan.” Mimi langsung merinding. D

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD