55. Yang Mengusir Tak Bisa Tidur, Yang Diusir Mandi Uang

1197 Words

Mimi bangkit dari kasur, lalu mendekat ke Isabel dengan wajah penuh niat, niat iseng. Isabel langsung menyipitkan mata. “Kenapa kamu senyum begitu?” Mimi merangkul bahu Isabel, suaranya dibuat manja berlebihan. “Non…” “Jangan,” Isabel refleks mundur setengah langkah. “Terlambat,” sahut Mimi cepat. “Kalau aku tahu dari awal hasil misi ini kosnya kayak begini...” Ia menunjuk sekeliling kamar dengan dramatis. “...aku dari dulu sudah minta kos, bukan mansion.” Isabel melotot. “Jadi selama ini kamu betah di rumah kami karena...” “Karena gratis,” potong Mimi polos. Isabel mencubit lengan Mimi. “Dasar manusia tidak tahu diri! Tidak berperasaan!” Mimi meringis tapi tertawa. “Gratis itu indah, Non. Tapi berbayar itu… megah.” Ia menjatuhkan diri lagi ke kasur, membentangkan tangan s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD