54. Tinggal di Kos Eksklusif

1079 Words

Mimi berdiri di depan kamar, tas kecil sudah tergenggam di tangannya. Matanya masih sembap, tapi punggungnya tegak. Ia menoleh ke arah Isabel. “Non,” ucap Mimi pelan tapi tegas, “tolong antar aku cari kos.” Isabel terkejut. “Kamu yakin? Mimi...” “Aku yakin,” potong Mimi. “Aku memang mata duitan, tapi aku masih punya harga diri.” Kalimat itu membuat Isabel terdiam. Di ruang tengah, ibu dan ayah Irwan sudah berdiri lebih dulu, jelas mendengar keributan tadi. “Nak Mimi...,” ujar ibu Irwan lembut sambil mendekat, “Jangan pergi malam-malam begini. Irwan itu hanya emosi sesaat.” Ayah Irwan ikut menimpali, “Kamu sudah seperti anak sendiri di rumah ini. Tunggu besok pagi, bicara baik-baik.” Mimi tersenyum kecil, senyum yang sopan tapi pahit. “Terima kasih, Om… Tante,” katanya sambil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD