Setelah muter-muter seperti orang nyari WC di mal baru, Mimi akhirnya melihat papan kecil bertuliskan: H R D “Alhamdulillah…” Ia hampir menangis haru. “Kalau muter lagi, aku bisa mutasi ke lantai lain.” Namun sebelum sampai ke pintu HRD, Mimi harus melewati bagian sales yang sebagian dihuni para pria jomblo. Dan di sanalah bencana kecil terjadi. “Suit...suit...~” “Cakep, Mbak...” "Bidadari turun dari mana?" Beberapa pria sales bersiul ramai seperti… pasar burung. Mimi berhenti mendadak. Ia menoleh satu per satu, menatap mereka dengan wajah serius. “Mas-mas,” katanya lantang. Siulan berhenti. “Iya, Mbak?” sahut salah satu sambil nyengir. Mimi mengangkat telunjuk. “Saya mau luruskan satu hal.” Para sales saling pandang, penasaran. “Saya ini manusia,” lanjut Mimi tegas, “

