42. Nyasar di Lift

1120 Words

Setelah beberapa saat terdiam, Sherly akhirnya menjawab, “Untuk apa?” “Aku ingin kamu bertemu Irwan,” jawab Leon jujur. “Dia temanku sejak kecil. Aku ingin dia mengenalmu juga.” Nama itu membuat wajah Sherly menegang seketika. Namun ia cepat menutupinya dengan senyum tipis. “Bukankah kamu sudah menjenguknya tadi pagi? Aku rasa kau tidak perlu mengenalkan aku padanya,” ucapnya, nada suaranya terdengar wajar. “Aku hanya sebentar,” jawab Leon. “Dan kamu tahu sendiri, Irwan itu penting bagiku. Tentu aku ingin dia mengenal perempuan yang dekat denganku.” Sherly melangkah mendekat, berhenti tepat di depan meja kerja Leon. “Kamu tahu, aku tidak nyaman berada di rumah Isabel.” Leon mengangguk. “Aku tahu. Tapi kali ini bukan soal Isabel.” “Lalu soal apa?” Sherly menyela cepat. “Soal aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD