45. Tidak Mau Kehilangan Kendali

1170 Words

Mimi mengangguk mantap. “Iya, Tuan. Makanya saya datang sendiri. Kalau nanti dipecat, setidaknya saya dipecat dengan sopan.” Leon memijat pelipisnya lagi, jelas mulai pusing, entah karena masalah, atau karena Mimi. “Heri.” “Iya, Tuan,” sahut sang asisten cepat, masih menahan senyum yang hampir bocor. “Apa menurutmu yang harus kita lakukan?” Heri melirik Mimi sekilas, lalu kembali menatap Leon dengan nada hati-hati. “Menurut saya… memang aneh kalau seseorang bekerja tanpa identitas lengkap. Tapi bukankah urusan ambassador ini sudah Tuan serahkan sepenuhnya pada nona Isabel? Kalau begitu, seharusnya nona Isabel yang menangani semuanya.” Mimi menatap Heri, lalu berpindah ke Leon dengan wajah polos, seperti anak sekolah menunggu nilai ujian dibacakan. Leon menatap Mimi lama. Sementar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD