Tanpa mengetuk. Pintu ruang kerja Leon terbuka begitu saja. “Leon?!” Suara itu memotong kalimat yang belum sempat selesai. Leon yang sedang berdiri di samping meja, tengah menjelaskan sesuatu dengan nada rendah dan tenang, langsung terdiam. Mimi yang berdiri di depannya refleks menoleh. Wajahnya berubah kaget. “Coba kamu lebih percaya diri,” Leon baru saja berkata sebelum itu terjadi. “Dan saat berbicara, buat gerakanmu lebih halus. Tidak perlu terburu-buru.” Kalimat itu masih menggantung di udara ketika Sherly melangkah masuk. Tatapan Leon membeku. Bukan karena ia tidak senang melihat Sherly, melainkan karena ia tidak pernah melihat Sherly seperti ini. Biasanya, Sherly selalu mengetuk. Selalu tersenyum lembut sebelum masuk. Selalu anggun, terkontrol, dan nyaris sempurna di h

