61. Suara yang Membuat Mimi Membeku

1161 Words

Siang itu pantry kembali jadi pusat informasi tidak resmi kantor. Rita menyender di meja, meniup kopi panasnya pelan. “Vin… aku heran deh. Kenapa gosip kantor ini lebih cepat dari email HR?” Vin mengaduk kopinya santai. “Karena gosip itu gratis, Rit. Email HR butuh kuota emosi.” Rita mendengus. “Serius, aku baru turun lima menit, eh sudah ada versi terbaru. Katanya anakmu, si Mimi sekarang rebutan dua bos.” Vin langsung nyaris menyemburkan kopi. “Dua? Update dong. Terakhir yang aku dengar, sudah level final boss Leon versus Irwan.” Rita memicingkan mata. “Kamu denger dari siapa?” Vin mengangkat d**a bangga. “Dari sumber terpercaya: telinga-telinga lapar di pantry. Plus bonus bisik-bisik liftnya.” Rita terkekeh. “Kasihan Mimi. Dia mah masuk kantor cuma mau nganter file, bukan ngant

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD