Begitu pintu menutup, suasana di ruang direktur berubah drastis. Mimi yang sejak tadi duduk manis di kursi tamu, mendadak merasa kursinya seperti kursi interogasi. Tangannya saling meremas di pangkuan, punggungnya tegak berlebihan, saking tegangnya sampai napasnya pun dijaga pelan. Kenapa rasanya kayak mau disembelih ya… Padahal aku cuma mau naruh laporan… Dan kenapa pen Tuan Leon itu genit? pakai acara licin-licinan segala Kalau tadi dia nggak jatuh, kan sudah nggak ada masalah! Sherly berdiri di tengah ruangan, wajahnya dingin. Leon masih berdiri di belakang meja, sementara Heri setengah berdiri, setengah siap kabur. “Mimi,” kata Leon tegas, “Duduk. Jangan ke mana-mana.” Mimi mengangguk cepat. “I-iya, Tuan. Kursinya enak kok. Saya betah.” Sherly langsung menoleh tajam. “Liha

