Hari ini Mimi dijemput lebih cepat dari biasanya oleh Isabel. Sepanjang perjalanan, Isabel berkali-kali melirik Mimi dari sudut mata, jelas ada sesuatu yang ingin ditanyakan. Namun ia menahan diri. Untuk urusan sebesar itu, gosip, Leon, dan segala drama kantor, lebih baik dibicarakan saat suasana tenang. Perut tenang. Hati juga tenang. Dan sekarang sudah menjelang makan malam. Mimi sendiri terlihat biasa saja. Ia sibuk bercerita soal Vin yang hampir menyerah mengajarinya hafal jalan kantor, tentang mesin minum yang “kayaknya galak”, dan tentang bagaimana dia hampir nyasar lagi kalau tidak ditangkap Leon di tikungan koridor. Isabel hanya mendengarkan, menahan senyum, menahan pertanyaan. Sesampainya di mansion, suasana yang menyambut Mimi terasa… akrab. Kini Mimi sudah jauh lebih

