37. Di Antara Sendok, Luka, dan Tawa Kecil

1297 Words

Rumah keluarga Isabel akhirnya terlihat. Begitu mobil berhenti, Mimi menelan ludah. Rumah itu… besar. Tenang. Dan terlalu rapi untuk orang yang sering salah duduk seperti dirinya. Biasa hanya berdua dengan Isabel, kini keluarga Isabel lengkap, tentu suasana berbeda. Menjadi agak canggung. Begitu masuk, Mimi langsung salah tingkah. Ia melepas sepatu terlalu cepat sampai hampir terpeleset. “Oh-astaga!” Isabel refleks menahan lengannya. “Pelan-pelan, Mi. Ini rumah, bukan lomba.” “Iya, Nona… eh Isabel,” Mimi nyengir gugup. Ibu Isabel tersenyum geli. “Silakan duduk, Mimi.” Mimi duduk… lalu berdiri lagi. Lalu duduk lagi. Ayah Isabel mengernyit. “Kamu kenapa, Nak?” “Takut salah posisi, Pak. Di kampung, salah duduk bisa disuruh ke dapur.” Isabel tertawa kecil. Irwan memperhatik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD