36. Pertemuan Pertama Kali dengan Irwan

1298 Words

Sambil menunggu di bandara, Mimi kembali tenggelam dalam ceritanya. “Jadi, Nona… aku tuh tadi siang belajar gaya genit. Aku kesal sama nona Sherly, aku serius mau jalanin tugas dari nona,” katanya dengan wajah super serius. Isabel yang sedang minum kopi langsung berhenti. “Genit?” “Iya. Dari Mbah Google.” Isabel menatapnya datar. “…Mimi.” “Tapi serius! Katanya kalau mau menarik perhatian pria kaya, harus genit.” Isabel langsung terbahak. “Coba sini. Tunjukin.” Mimi berdiri kikuk, merapikan bajunya, lalu mengedipkan mata dengan penuh niat berkali-kali. Isabel langsung mencondongkan badan. “Kamu kenapa? Kelilipan?” Mimi tersedak. “Ini… genit, Nona.” Isabel tertawa lebih keras. “Itu bukan genit. Itu mata kering.” Mimi mencoba lagi. Kali ini senyum dibuat miring, bahu sedikit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD