66. Bukan Mimi, Tapi Kamu

1172 Words

Mimi dengan Dadang yang baru masuk saling pandang. Dadang mengangkat bahu kecil, seolah berkata: biasalah, keluarga. Mimi tersenyum canggung, lalu bergumam pelan, “Ehm… aku masih di sini, lho…” Tentu saja, tidak ada yang mendengar. Karena saat ini, keajaiban bernama Irwan bisa berjalan tanpa tongkat terlalu menyita perhatian. Dan Mimi? Dia belum sadar, bahwa kepulangannya ke mansion bukan sekadar kembali tinggal. Tapi awal dari sesuatu yang jauh lebih besar. Tetapi Irwan tiba-tiba melangkah mendekat, lalu menarik pergelangan tangan Mimi tanpa memberi kesempatan siapa pun bereaksi. “Mimi adalah dewi penyelamatku,” ujar Irwan lantang. Kalimat itu membuat Mimi langsung membeku. Wajahnya memanas, telinganya terasa panas, salah tingkahnya tidak bisa disembunyikan. Ayah dan ibu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD