Senyuman Alvaro berbicara lebih dari ribuan kata yang bisa terucap. Dari sorot mata pria itu, Sasa pun tak perlu lagi bertanya, karena semua jelas. Ada getar yang tak bisa disembunyikan, Alvaro memang menyukai Erika. Pria seperti Alvaro memang begitu sepadan dengan Erika yang penuh pesona, cantik, baik dan pintar. Pasangan ini, seakan ditakdirkan untuk menjadi sempurna bersama, pikir Sasa. Tak lama kemudian, pemotretan pun usai. Erika menghampiri Sasa dan Alvaro yang setia menunggunya. "Maaf ya, Kak, aku jadi buat kamu nunggu," ucap Erika pada Alvaro, dengan nada sedikit bersalah. Tapi Alvaro tersenyum santai, menepis rasa canggung. "Nggak apa-apa, Er. Santai. Lagi pula, aku 'kan, yang mau menunggu kamu?" Keduanya saling bertatapan dan melemparkan senyuman. Namun, hal itu tak bertahan

