Kemudian, Sasa menunduk, matanya kosong meski hatinya bergemuruh. Sebenarnya, orang tuanya juga sudah mendesaknya untuk segera melangkah ke jenjang pernikahan. Apalagi, setelah mereka tahu bahwa Sasa sudah punya kekasih. Tapi baginya, hubungannya dengan Rey masih terlalu dini untuk membicarakan soal pernikahan. Setidaknya itu yang ia coba yakinkan pada dirinya sendiri. Namun, jauh di lubuk hati yang paling dalam, Sasa sudah yakin. Dia mencintai Rey dengan sepenuh hati. Ia tak mau berlama-lama dalam berpacaran. Apalagi, ini pengalaman pertamanya dan takut hal yang tak diinginkan akan terjadi. Waktu pun seakan terus mengejar dengan langkah yang tak bisa dihindari. Usianya tak muda lagi dan rasa takut kehilangan kesempatan membuatnya ingin segera melangkah maju bersama Rey, mengikat janji da

