Reno menggelengkan kepalanya pelan, napasnya memburu. "Ini rumah saya! Bagaimana bisa Erika menjualnya tanpa persetujuan saya? Itu tidak mungkin!" bantahnya, suara mulai naik penuh emosi. Pria itu menatap Reno dengan dingin, menyerahkan sertifikat yang tertulis nama Erika sebagai pemilik sah. "Bapak bisa lihat sendiri." Reno mengambil sertifikat itu, matanya membelalak saat melihat kenyataannya. Hatinya hancur berkeping-keping. Rumah yang selama ini ia anggap sudah menjadi miliknya, kini berubah nama tanpa sepengatahuannya. Dunia Reno seolah runtuh dalam sekejap, ia terpaku, tubuhnya mendadak lemas tak berdaya saat kenyataan pahit itu menghantamnya. Selain perceraian yang menghancurkan, dia terperangah mengetahui bahwa sertifikat rumah yang dulu berhasil dia ganti dengan namanya secara

